Tuesday, July 24, 2018

Winona Ryder Dan Daftar Film Terbaiknya

Winona Ryder dan potongan pixie cut-nya yang ikonik.


Kemarin malam saya dan salah satu sahabat baik sedang mengobrol di Whatsapp seperti biasanya, kami membicarakan banyak hal dan salah satunya adalah ketidaksabaran kami menunggu Stranger Things S03 keluar tahun depan.


Percakapan itu membuat saya mengenang betapa keren dan terkenalnya Winona Ryder di tahun 80an dan akhir 90an, sebelum redup oleh kecanduan dan kasus mengutil/shop lifting di mall. Cukup mengejutkan bagi saya melihat Miss Ryder ada si Stranger Things, berperan sebagai seorang ibu- masih tetap keren dan manis sebagaimana saya mengingatnya dari dulu.

Saya pun mendapatkan ide untuk menulis apa saja film dari Winona Ryder yang paling saya sukai, dan ini adalah daftar film (versi saya, tanpa mengikut tahun terbitnya film) dari wanita mungil yang pernah menjadi ikon pada jamannya dulu:

Girl, Interrupted - 1999.



Tujuan asal dari film ini adalah untuk mewadahi kembalinya Winona ke layar lebar, namun apa daya ternyata Angelina Jolie yang pada saat itu sedang dalam perjelanan menuju ketenarannya sendiri lebih banyak mencuri perhatian dengan menangnya Miss Jolie sebagai aktris pendukung terbaik pada 3 ajang award terkenal, Academy, Golden Globe dan SAG Award. 

Sedangkan film ini sendiri menduduki top 10 dalam film kesukaan saya sepanjang masa, membawa banyak kenangan akan masa- masa perjuangan saya dalam mengerti penyakit yang saya derita, persis yang dialami tokoh Susanna Kaysen. Tidak heran kalau film ini begitu dekat di hati saya mengingat dari sinilah saya memahami apa itu penyakit mental dan stigma yang keliru tentangnya.

Worth to watch movie, kamu bisa menemukan Jared Leto sebelum bliyau menjadi flamboyant seperti sekarang, melepaskan rindu pada mendiang Britanny Murphy maupun menganalisa akting mumpuninya Elizabeth Moss yang beken dengan Mad Men dan kini The Handmaid's Tale. Oh, apakah saya sudah menyebutkan Whoopi Goldberg?. There you go.


Beetlejuice - 1988.



Tokoh Lydia Deetz yang gothic dengan poni bergeririgi di dahi tampak menggemaskan pada Winona yang saat itu masih berusia 17 tahun. Film besutan Tim Burton ini selain unik juga mampu menjadikan Winona ikon 'gadis gemas' yang ternyata cukup berpengaruh pada tren gothic, menorehkan sejarah sama ikoniknya dengan karakter Chrisntina Ricci sebagai Wednesday Addams di The Addams Family (1991).

Film ini layak untuk ditonton meskipun sudah berumur 30 tahun, karena apapun yang Tim Burton sutradarai, dengan Winona di dalamnya, rasanya tidak pernah salah.

Edward Scissorhands - 1990.



Ini adalah kolaborasi kedua Winona dan Tim (Tim Burton terkenal dengan squad yang sama, langganan menjadi bintang dalam semua film yang disutradarainya). Juga di film bertema tak kalah uniknya dengan Beetlejuice (well, Tim Burton of course) ini adalah dimana Winona mendapatkan pacar pertama seriusnya, tidak lain dan tidak bukan Johnny Depp.

Winona Ryder konon mengukuhkan posisinya sebagai aktris unik dengan muncul di film ini, membuatnya menjadi incaran para sutradara serta pasar yang mulai demanding akan permintaan film berikutnya dari Miss Ryder.

Reality Bites - 1994.



All time favorite!. Film ini menjadi cult yang lebih beken diantara sesama penggemarnya,  saat itu menengahkan topik yang memang mewakili kawula muda 20 tahunan, sedang mencari pekerjaan idaman, menata karir, proses menemukan jati diri dan orientasi seksual, serta lika- liku persahabatan berbalut  grunge scene yang tengah booming.

Cukup lucu mengingat saya tidak begitu menggemari Ben Stiller karena ialah yang menyutradarai film ini. Trivia kecil, Renee Zellwegger mempunyai sedikit scene  dan nyaris tidak dapat dikenali. Plus, tokoh Troy Dyer oleh Ethan Hawke masih masuk kedalam list tokoh fiksi lelaki impian saya.

Little Women - 1994.



Sepertinya 1994 adalah tahun yang cukup produktif bagi Winona dengan hadirnya film yang disadur dari novel klasik Louisa May Alcott tentang 4  bersaudara dari keluarga March. Disini Winona memerankan Jo March yang berambisius menjadi seorang penulis kemudian memutuskan untuk meninggalkan kampung halamannya demi mengejar kesempatan lebih luas di kota.

Sebuah tokoh yang cukup menarik untuk ditontonkan dan saya tidak bisa membayangkan siapa lagi (saat itu) yang bisa memerankan watak Jo March yang lincah serta aktif selain Winona sendiri. 

Sama seperti bukunya yang menginspirasi sisi feminin dan membangkitkan semangat para wanita yang membacanya, film ini pun layak tonton sebagai inspirasi perempuan kuat masa dulu maupun sekarang. 

A Scanner Darkly - 2006.



Honestly, saya masih buram, samar- samar akan film yang pernah saya tonton dulu ini. Atraksi utama dalam film ini selain Winona, adalah film ini berdasarkan novel dari penulis sci-fi Phillip K. Dick yang selalu menyuntikkan philosofi/ideologi dalam setiap karyanya. 

Tambahan poin penarik film ini adalah Robert Downey Jr yang tengah dalam momen limbo dari ulang- alik antara rehab dan kumatnya adiksi bliyau, Keanu Reeves yang kembali bersua dengan Miss Ryder (baru- baru ini mareka kembali reuni di film terbaru Destination Wedding) serta para bintang terkenal sebagai peran pendukung maupun menjabat sebagai produsernya.

Sedikit catatan; film ini sangat unik dan surreal, dibutuhkan insting yang tajam juga kemauan yang kuat dalam mencernanya, belum lagi harus beberapa kali menonton ulang film ini agar benar- benar paham.


Black Swan - 2010.



Saya tidak pernah lupa betapa hebohnya promosi film ini dan bagaimana penggemar film serta kritikus saling memuji atau menilai rendah hasil karya Darren Aronofsky selaku sutradara. Juga, saya sendiri yang sedikit gusar, mendebat haruskah saya menonton film ini karena tipe film horor psikologi bukanlah my cup of tea.

Tetapi semua terbayar sangat baik eski hanya sebagai peran pembantu, ketika pada suatu sore saya dan seorang tamu dari Couchsurfing Malang yang saya tampung dirumah bersepakat untuk menonton film ini hanya karena kami sama- sama gusar (senangnya ada teman berbagi kegusaran).

Penampilan Winona Ryder sebagai ballerina tua yang penuh amarah, pahit dan histeria sangat memukau sehingga saya tidak begitu memperhatikan kehebatan method acting dari Natalie Portman. Jika diminta untuk menonton film ini kedua kalinya, saya akan mengibarkan bendera putih tidak sanggup.


Bram Stoker's Dracula - 1992.



Can't help but fangirling over the 2 then young actors; Winona dan Keanu yang masih muda polos, menjadi idola remaja di awal tahun 90an. Sangat disayangkan aksen Inggris tokoh Jonathan Harker oleh Keanu Reeves tidaklah mampu meyakinkan para penonton. 

Meski saya cukup menikmati film ini, tapi sahabat saya yang menjadi teman runding saya diatas lebih menyukai film ini (sebagai penggemar berat Keanu Reeve) menganggap film ini lebih condong pada sisi artsy-nya. So, inilah film penutup daftar film terbaik Winona Ryder dari sudut pandang saya serta sahabat saya.

Kalau kamu punya film kesukaan tersendiri dari Winona Ryder, kamu bisa komen pada kolom komentar dibawah, ya.














July 24, 2018 / by / 0 Comments

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad