Sunday, July 15, 2018

Review Lip Balm 3 Merek - Nivea, Himalaya Herbals dan L'Occitane



Dulu sekali, sebelum kenal dengan lipstick seakrab sekarang, saya dan lip balm adalah pasangan yang kompak. Tidak hanya mengatasi bibir yang sering kering dan pecah- pecah, juga multi fungsi sebagai pewarna bibir yang seringnya samar bahkan terlalu over glittery. 

Kemudian saya juga sempat menjajal tren lip gloss yang saat itu sedang booming, dimana bibir para gadis jaman itu mengkilat seakan habis makan gorengan yang terlalu berminyak, terkadang tebal dan seringnya lengket oleh rambut yang terhembus angin. Sungguh problema antik yang sekarang malah menjadi bahan olok- olokan, meme jaman milenial ini.

Baik itu lip balm dan lip gloss (yang sebenarnya cuma untuk pemakaian tunggal atau top coat pada jaman jayanya), saya telah mencoba berbagai merek- yang ada sentuhan herbal, ber- SPF, berwarna maupun dan yang memang target khususnya adalah sebagai obat. 

Mulai dari Blistex, semua lip balm keluaran Mentholatum - Rohto, dari yang kemasan standard tube, kaleng, di wadah 'repot', hingga stick. Begitu juga formulanya, rasanya saya sudah tidak asing lagi hingga sekarang saya lebih selektif memilih mana yang memang mampu memberi solusi ataupun yang cuma memberi efek sehat sesaat.

Harus diakui, saya memang menggemari beberapa merek seperti Nivea dan Blistex, hanya saja Blistex susah di dapatkan baik ditoko maupun online dan kalaupun ada harganya bisa dibilang lumayan. 

Lalu setelah lebih satu dekade 'malang melintang' di dunia lip balm ini, saya memilih 3 merek yang memang tidak cuma bagus dan affordable, tetapi juga mudah didapatkan tanpa harus PO di toko online. 

Lip Balm Nivea Soothe & Protect SPF 15.



Apa saja keluaran Nivea, bagi saya itu pasti bagus, al maklum Nivea adalah pemain lama dari German dan memang sudah terbukti seiring waktu bahwa mareka sangat komitmen dengan brand dan kualitas produk mareka. Walaupun, tidak semua orang cocok memakai Nivea, tapi saya sudah terlanjur menjadi penggemar berat terutama lip balm varian ini.

Tetapi jujur saja, saya tidak begitu lihat pengaruh, hasil signifikan dari adanya SPF 15 disini oleh karena bibir saya memang berwarna gelap dan terkadang pucat, jadinya hanya sheer  setelah diaplikasikan dan tidak ada pengaruh matahari yang bakalan lebih menggelapkan.

Sama dengan varian lip balm Nivea yang lain, baik itu wangi dan bentuk stick tanpa warna, tapi efek basah lengketnya tidaklah begitu parah, bibir tidak lengket saat mengatup serta akan lebih kalem beberapa menit kemudian. Poin kurang berminyak serta mempunyai SPF 15 adalah kenapa saya akhirnya memutuskan memilih ini ketimbang yang warna biru saat itu.


Himalaya Herbals Lip Balm (dengan Wheatgerm dan Carrot Seed Oil).



Brand dari India yang mengusung penggunaan herbal disetiap produknya ini dulunya adalah salah satu holy grail saya ketika kuliah, murah, sering diskon dan tentu saja tergiur dengan embel -embel herbalnya tadi. Apalagi sudah masuk ke Indonesiea secara resmi, plus harganya tetap masuk akal dan terjangkau. 

Bagaimana dengan formulanya?. Sejauh yang saya ingat, formula serta wanginyanya tetap sama, juga kemasannya- tube pencet beginilah yang lebih sering saya temui.

Formulanya super greasy, lengket dan berkilat- kilat yang tidak akan hilang kecuali kalau dihapus dengan tissue. Seringnya lip balm Himalaya ini cuma memberi efek bibir sehat sesaat, tidak lama kemudian (pemakaian pagi) bibir saya hanya slightly better.

Kemasanya pun tidak praktis, kalau terpencet kebanyakkan akan susah sekali memasukan produknya kembali, tak heran kalau tutupnya kotor dan sisa produk menggumpal di sekeliling leher botol.


L'Occitane Ultra Rich Lip Balm (10% Shea Butter).



Memang benar adanya, ada harga, ada mutu. Inilah yang terjadi pada lip balm asal Perancis ini, formula yang sangat melembapkan tanpa ada efek becek-lengket-mengkilat sama sekali padahal sangat rich yang sering diasosiasikan berat dan berminyak.

Bibir saya yang sempat kering, terkelupas kering hingga berdarah, kusam dan gelap pucat dengan ajaibnya menjadi kalem dan LEMBUT setelah 1 jam pengaplikasian. Bisa dibilang saya lebih tergantung pada lip balm yang satu ini dan kini dalam masa menabung demi membeli tabung ke-2.


Kini dijaman dimana lipstick lebih merajai dan tersingkirnya lip balm (terutama lip gloss) turut membuat saya tidak lagi antusias berburu lip balm. Kualitas kulit bibir yang semakin baik oleh cukupnya mengkomsumsi air putih dan buah memegang andil yang lebih besar dalam menyingkirkan lip balm.

Akan tetapi ada kalanya saya membutuhkan kehadiran lip balm lagi, entah itu sedang berada ditempat yang dingin dan kering, dalam perjalanan jauh yang membuat saya kurang minum, sebagai alas tipis sebelum memakai lip cream yang super matte ataupun ketika sedang sakit, lip balm pasti kembali lagi siap sedia meredakan bibir yang perih.

Sedikit tips yang biasa saya lakukan adalah melapisi bibir dengan lip balm setebal mungkin, dibiarkan sekitar 3 menit, lalu pijit pelan bibir dan hapus dengan tissue kering. Voila, bibir pun kembali lembab sehat dengan efek lebih plump bebas kulit mati/kering.







July 15, 2018 / by / 6 Comments

6 comments:

  1. Yang paling cocok dengen kekeringanku dikala kering cm lip balm loccitane ini aja ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, L'Occitane ini hampir perfect kecuali harganya..ahaha untung ud ada tokonya di Ska skrg ya, ga hrs beli online lg..

      Delete
  2. Eah dapat informasi baru tentang lip balm, tapi ya aku selama ini mengandalkan oriflame. Hahhaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oriflame yg tendee care kan, ca? Kurang suka krn harus colek2 pakainya..ga higenis aja *abis ngupil nyolek lip balm

      Ahahaha

      Delete
  3. Bisa coba juga lucas papaw , dia multifungsi loh, jadi selain lipbalm, bisa utk luka gores, bekas gigitan nyamuk, dll. Andalan ku bgt!

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya nih mbak, kayaknya harus coba lucas papaw, lagi bnyak bekas gigit nyamuk dan garukan dikulit. thanks, mba!

      Delete

Post Top Ad