Tuesday, July 3, 2018

The Smashing Pumpkins - Reuni Band Yang Paling Ditunggu Abad Ini

The Smashing Pumpkins.

Buat para fans berat Pumpkins sedunia, ini pastilah reuni yang nyaris sempurna kalau saja D’arcy Wretzky ikut gabung dan touring bersama ketiga personil lainnya. Then again, D’arcy bukanlah untuk semua orang walau bagi die hard fans-nya band ini sekalipun, namun bagi saya pribadi, D’arcy adalah ‘cabe’ yang memberi kepedasan unik bagi The Smashing Pumpkins.

Sassy Miss D’arcy.

Si 'pelempar pisau', D'arcy.

Akhirnya band bernama nyeleneh yang membuat anggotanya sendiri (D’arcy, tentu saja) dongkol, bersatu kembali serta berhasil mengatasi masalah internal penuh drama, membuat para penggemarnya bersorak kegirangan. Jikalau kemarin kita hanya disuguhi rumor belaka mengenai jadi tidaknya Pumpkins bersatu, kali ini mareka benar-benar melakukannya dan euforia  di Instagram turut serta menyemarakkan dengan mengunggah tayangan throwback mengenai band ini mewarnai feed saya. Yasss!.

So, who are they The Smashing Pumpkins, you ask?

Billy - D'arcy - Jimmy - James.

Band ini sangat beken disekitar akhir tahun 80-an dan awal 00-an dimana akhirnya mareka pecah karena, ya, apalagi kalau bukan ego masing- masing. Frontman-nya sendiri, Billy Corgan dikenal sebagai sosok kontroversi (super moody dan ngambekan), some say selfish (don’t we all are?) serta eksentrik (bliyau dengan PeDe yang tinggi mencari bakat untuk mengisi band ini sambil promosi ke semua orang bahwa band ini akan dipanggil Smashing Pumpkins, belum lagi judul albumnya). 

Seiring waktu mareka mengganti formasi anggota, entah itu karena masalah pribadi (Jimmy sempat keluar untuk intropeksi diri dan menjalani rehab), hingga visi misi yang tidak lagi sesuai. Billy sendiri sebagai penggagas tetap tegak berdiri seorang diri, merekrut musisi lain, bahkan sempat menelurkan 4 album tanpa 3 orang anggota asli Pumpkins. 

Harus diakui, penggemar mempunyai pendapat tertentu akan musisi baru yang menggantikan tempat ketiga orang Pumpkins kesukaan mareka, begitu juga saya; musim boleh saja berganti, tapi tidak dengan ke-3 original line up kesayangan saya berikut ini.

Jamming.


The Boy; James Iha (my James), yang mengisi rhythm guitar adalah keturunan Jepang di Amerika, merupakan pribadi yang juga tidak kalah eksentriknya, anak gaul pada jamannya (mulai dari jalan di catwalk, model untuk clothing line sampai bergaul dengan para famous face kala itu). I think James quite a role model how cool Asian kid bisa main band dan make his name in rock and roll history of fame, while we know it’s not easy to ‘climb up’ in Hollywood (atau Amerika) pada waktu itu.

Lalu ada bassist perempuan, D’arcy Wretzky yang dipilih karena Billy merasa mareka butuh figure perempuan keren (mungkin seperti Kim Gordon bagi Sonic Youth), the spice amongst the men. Nyatanya D’arcy memang terbukti sangat mumpuni dengan skill bermain bass-nya, doi termasuk dalam jajaran coolest female bassist dan juga even coolest female rock star. 

Ketika ada yang menyarankan mareka untuk mencari pemain drummer sungguhan, maka Jimmy Chamberlin pun ditarik masuk. Saya, sebagai penggemar alat musik drum (dan bass), sangat menyukai gaya menggebuk drum-nya bliyau. Terlebih lagi album dijaman awal band ini yang hampir raw tanpa recokan synthesizer terlalu banyak, ketukan drum dari Jimmy sungguh grunge dan nge-beat. Then anyway, Jimmy adalah personil yang paling sedikit saya ketahui ‘riwayat hidupnya’, apakah karena bliyau  tidak terlalu banyak gaya dan seringnya lebih banyak diam di dalam interview.

Terus bagaimana dengan reuni mareka tahun ini, tur konser yang akan berlangsung dan debut single yang baru ‘menetas’ di bulan Juni 2018 kemarin ini?.

Formasi reuni 2018.

Solara terdengar amat Pumpkins definitely dari segala segi; suara khas Billy sekaligus music khasnya.  Harus diakui saya sedikit kaget begitu melihat kotak thumbnail-nya YouTube untuk video music mareka; Billy duduk dengan baju serba hitam dan riasan gothic (sure!) dalam keremangan lampu biru, oh wow, Ava Adore?.

(Billy telah memilih jalan, penampilan gothic hingga sekarang, well, I don’t know, pale bald- middle aged man in black clad wearing eyeliner and looking somber still holding on teen angst inside, uh, okay).

Secara keseluruhan saya menikmati lagu Solara dan konsep clip mareka, so 90’s; ada ide surrealisme-nya, orang- orang berpenampilan aneh, saling tatap, ah, benar-benar tipikal rata- rata video clip dulu, deh (sungguh suatu pencerahan setelah disuguhi clip jaman sekarang yang terlalu banyak boobies, butts, people throwing money, sex scene, bentuk macam rupa hedonistik milenia).

Reuni mareka yang solid tahun ini mampu mengobati rasa ‘sakit hati’ penggemar kepada Billy, jujur saja siapa yang tidak kesal kalau saban sebentar muncul kabar mareka akan bersatu kembali tapi Billy malah justru bertingkah kekanakkan; mulai dari saling kirim SMS basa- basi terus adu argumentasi, saling lempar kesalahan- seriously, bukankah mareka dan fans juga sudah terlalu penat juga cukup dewasa untuk drama sebegini?.

Menyangkut drama, tidak sah rasanya kalau tidak bertanya kenapa D’arcy tidak muncul bersama mareka?. Media menuliskan terjadi banyak sekali pertikaian dari kedua belah pihak ini; pihak D’arcy mengklaim bahwa Billy tidak pernah sekalipun menghubunginya setelah tur terakhir mareka dulu, yang kontras dengan pihak Billy mengumumkan bahwa Miss Wretzky telah diundang tetapi sayangnya menolak undangan tersebut. Bahkan, agar lebih ‘berbumbu’, masing- masing mareka mempublikasikan hasil percakapan tersebut, nah, dimana fans adalah ‘korban’ dari ‘pertikaian’ kedua anggota Pumpkins favorite mareka (disini saya memilih memijit kepala dan menutup telinga).

Untuk ‘pemanasan’, awal minggu ini Pumpkins menggelar konser rumahan berkonsep sama dengan lagu dan clip mareka yaitu 1979. Sedikit lucu, mengingat kini fans asli dan anggotanya sendiri sudah paruh baya, saya membayangkan apakah mini konser itu bakalan riuh, persis sama seperti aslinya?.



Begitu melihat hasil laporan jepretannya di media, nope, saya melihat stage dengan para awaknya, memainkan lagu dan para fans mengagumi disekitarnya. Kalau dulu bisa saja mareka dilaporkan para tetangga karena penyalahgunaan narkoba dan alcohol dibawah umur di konser yang mareka gelar (dikawasan perumahan di LA), tetapi kemarin mareka dilaporkan karena ‘terlalu bising’ hingga polisi datang dan meminta agar mareka berhenti. So, rock and roll, grunge, man!.

Balik ke konser yang segera akan digelar, dari beberapa komentar yang saya baca pihak promotor menargetkan harga tiket yang lumayan fantastis dimulai dari $300 - $600. Woah!. 

Dengan bertumpu pada aspek alasan menjual nama besar band, fanbase yang fanatic dan setia, promotor antusias bahwa mareka bisa menjual habis tiket tersebut tanpa memandang tempat/daerah konser tersebut akan digelar (ternyata tidak semua bagian di Amerika itu sendiri adalah penggemar Pumpkins sedari dulu).

Kaum milenia baru yang tidak mengenal band ini, bisa sangat dimaklumi sedangkan bagi mareka yang tahu (atau terpaksa menemani orang tua/oom dan tantenya nonton) dan terlihat di lapangan konser nantinya tentu sebuah pemandangan yang indah mengingat ternyata kita berhasil menyerahkan sebuah legasi kepada anak-cucu kita. Am I right, old Pumpkins?!.

Tanpa D’acry membetor bass, James yang kini sedikit garing dengan jas dan jeans, kulit wajah Billy yang kendur serta Jimmy yang masih tidak banyak omong, keinginan saya sedari dulu tetap sama; menonton langsung konser band kesayangan saya The Smashing Pumpkins. Namun apa daya, permasalahan saya dulu (masih kecil dan tidak ada duit) tetap menghalangi saya untuk menonton mareka sekarang meskipun keajaiban terjadi dengan rujuknya mareka kembali (sudah tua dan masih belum ada duit). Keajaiban belum berpihak kepada saya, malangnya.

Rise and shine, Pumpkins!.

Saya nantikan fitur live di halaman Instagram resmi anda, okay?.









July 03, 2018 / by / 2 Comments

2 comments:

Post Top Ad