Review Film Guns Akimbo, Daniel Radcliffe Mengganti Magic Wand Dengan Senjata

by - April 02, 2020

Holy moly.

Mungkin saya sedikit terlambat dalam mengulas review film yang saya tonton tanggal 29 Februari kemarin atas undangan screening event dari CGV Transmart Pekanbaru untuk Blogger Pekanbaru, terima kasih bioskop nonton kesayanganku ini selalu berbaik hati mengundang kami.

Tetapi karena saat ini kita semua sedang dalam masa karantina massal hampir di seluruh dunia yang terkena dampak pandemi coronavirus alias COVID-19, bahkan review What Happened To Monday yang saya tulis 2 tahun lalu pun tiba- tiba melonjak menjadi trending karena orang- orang sepertinya sedang membutuhkan hiburan dan lebih memilih menonton film, ya.

Senang juga rasanya bisa membantu para pembaca Ann Solo untuk menentukan mana film yang asyik ditonton disaat- saat pengurungan begini. Sudah baca review TV series Treadstone , Watchmen, The Witcher, atau juga The Umbrella Academy yang kabarnya akan mulai menayangkan season 2 bulan ini, lho. Oh ya, saya juga mengikuti serial Netflix Korea, Kingdom yang review-nya, seharusnya saya tulis tahun lalu, tapi saya lupa. Duh! Tahu- tahu saja, season 2 sudah muncul. Arkh!


Okay, kembali ke film Daniel Radcliffe terbaru yaitu Guns Akimbo. Seingat saya nih, selain Harry Potter , saya tidaklah begitu mengikuti perjalanan karir film Daniel, hanya satu film diluar HP yang saya ingat dengan jelas karena saat itu bela-belain pergi nonton ke bioskop; The Woman In Black. Ya, pertama- tama saya tidak ingat kenapa saya memilih film ini dan bersama siapakah saya saat menonton film itu, yang teramat jelas disini, saya benci film horror dan kenapa saya menonton film seseram itu? Saya hilang ingatan, sepertinya.

Lalu bagaimana kesan saya setelah menonton film Daniel Radcliffe selepas Harry Potter? Mari simak review singkat film Guns Akimbo yang lebih brutal dari mematikan dari mantra sihir dan magic wand. Dan oh, tentu saja artikel review kali ini juga mempunyai spoiler sedikit banyaknya, kamu siap untuk terus membaca?


Guns Akimbo, ketika game menjadi nyata dan memilihmu sebagai pemainnya


Film ini mengingatkan saya pada Ready Player One yang juga mengangkat topik yang dekat dengan gaya hidup milenial sekarang; game. Juga sama dengan banyak tipe film yang sama, tokoh utama juga turut terserap dalam permainan dengan menjadi salah satu pemainnya. 

Adalah Skizm sebuah organisasi kriminal yang menjadikan perburuan hidup mati sebagai permainan yang diliput dan disiarkan live secara online. Para penonton akan memilih dan bertaruh pada pemain andalan mereka. Sickening, is it? Itulah yang dialami tokoh Miles (Daniel Radcliffe) yang sebenarnya pecandu game online dan bekerja di perusahaan sebagai programer komputer yang menjadi langganan bully oleh boss-nya.

 



Pada suatu malam ketika Miles sedang galau, ia melayangkan sumpah serapah pada komen kolom karena kemuakannya pada  Skizm. Sang pemimpin Skizm, Riktor yang rupanya adalah pelaku kriminal yang menjadi buron pun mengutus anak- anak buahnya menangkap Miles dan membiusnya. Miles kemudian dioperasi dengan kedua tangannya dipasangkan dua pistol permanen.

Begitu Miles sadar, maka ia resmi menjadi pemain live dan mulai diikuti oleh drone kamera kemana pun ia pergi. Petualangan Miles pun bermula dengan banyaknya pembunuh atau bounty hunter yang mengejar Miles untuk menamatkan permainan dan mendapatkan hadiah.

Salah satu bounty hunter yang terkenal adalah wanita serampangan Nix, yang terkenal sebagai pemain nomor 1 tak terkalahkan saat ini. Nix sendiri memiliki motif dan latar belakang yang kompleks. Pengejaran tak terelakkan, Miles harus menghindari kejaran pembunuh bayaran, Nix, polisi dan disaat yang bersamaan juga harus memenuhi janjinya untuk bertemu Nova, bekas mantan pacar yang ia harapkan untuk bertemu kembali setelah sekian lama.

Complicated, indeed.

 

Tokoh- tokoh karakter Guns Akimbo

 

Sepertinya setiap film dengan tema game begini pasti mempunyai tokoh- tokoh yang tampil dengan dandanan berwarna, serba hitam, badass, cool alias keren atau nyeleneh. Tokoh mantan pacar Nova mengingatkan saya pada Ramona Flowers dari Scott Pilgrim karena warna rambutnya yang tidak biasa dan kesan quirky yang diberikan.

Sedangkan Nix yang diperankan Samara Weaving rasanya tidak banyak berbeda dari karakter wanita femme fatale yang versi grunge alias serabutan, terlihat kotor dan cuma tahu cara memakai kekerasan.
Untuk tokoh Miles pun juga memenuhi stereotype dari tokoh yang biasa, lemah, penakut menjadi tokoh yang mengalami banyak hal dalam waktu singkat dan membuatnya menjadi karakter yang tegas, kuat dan tentu saja; mempunyai keahlian dan kecakapan bela diri dan menembakkan senjata.

Terdengar cliche ya, tapi begitulah kebanyakan penokohan dalam film bukan, sih? Walau pun secara pribadi saya hanya akan memberikan rating 5.5/10, film ini cukup menghibur dan tentunya menjadi warna baru bagi mereka yang hanya melihat Daniel Radcliffe sebagai Harry Potter saja. Selamat menonton!

You May Also Like

2 comments

  1. Penasaran bgt deh. Seru ni keknya

    BalasHapus
  2. sebenarnya, jujur saja Daniel terlihat lebih dewasa sekarang ya, apalagi dengn penampilan doi yang brewok begini hehehe. Hmm filmnya blm nonton ini, sepertinya sekarang adalah waktu yang tepat.

    BalasHapus