Sunday, December 22, 2019

Review The Wicther Serial Baru Netflix Pengganti Game Of Thrones



Akhirnya serial terbaru Netflix ini resmi keluar setelah saya cukup antusias menunggunya. Tidak hanya diangkat dari buku karangan penulis asal Polandia, Andrzej Sapkowski dan telah diterjemahkan dalam 20 bahasa, novel yang terdiri dari cerita pendek ini juga merupakan online game yang rupanya sangat terkenal (sayangnya saya bukanlah seorang gamer).

Mungkin bagi penggemar novel dan game, diangkatnya The Withcer sebagai TV series bisa berarti banyak hal; mimpi yang menjadi kenyataan, kecewa atau malah merasa biasa saja. Tetapi ternyata si tokoh utamanya, Henry Cavill sendiri merupakan penggemar berat The Witcher jadi tidak heran jika ia dikabarkan banyak melobi rumah produksi untuk membuat novel kesayangannya menjadi serial.

Oya, cuma sedikit pemberitahuan kalau sudah mengulas sebuah tontonan baru, jelas sekali akan ada spoiler kurang dan lebihnya. 




Jadi, The Witcher ini digadang- gadang sebagai pengganti Game Of Thrones yang suskes besar serta legendaris itu, malah tema ceritanya pun hampir sama dengan GOT; knights/ksatria, putri, penyihir/sorcerer, majic, raja, dragon/naga dan makhluk mitologi lainnya.

Bercerita mengenai sebuah organisasi yang mengambil anak- anak kecil untuk dibesarkan menjadi individu yang akan berkerja pada si organisasi tersebut. Mareka menyebutnya guild, yang para anggotanya berkelana di dunia dan bekerja pada siapa saja untuk memberantas monster serta mutant.

Salah satu anggotanya yang terkenal adalah Geralt of Rivia. Ia mempunyai tampilan berbeda dari anggota guild lainnya, yaitu dengan rambut putih panjang dan sebuah pedang yang diikat disebalik punggungnya.

Dengan kudanya ia berkelana kesemua benua, membunuh monster dan berinteraksi dengan banyak orang yang setiap pertemuan disebut dengan takdir yang nantinya akan menghubungkan semua tokoh di dalam serial ini.

Karena saya belum membaca novel-nya, saya tidak tahu jenis alur apakah yang si penulis gunakan mengingat alur serial ini adalah perpaduan flashback masa lalu (origin) dan saat sekarang.

Jujur saja saya harus berpikir cukup keras untuk menghubungkan semua plot, alur dan peristiwa dari 8 episode walau sebenarnya The Witcher bukanlah tontonan yang berat.




Masih sama seperti GOT, The Witcher juga menampilkan explicit scenes seperti nudity dan adegan gore atau kekerasan (satu lagi peringatan untuk berpikir lagi bila pembaca tidak menyukai adegan- adegan seperti yang saya sebut diatas).

Selain itu, drama ini banyak menampilkan aktor baru atau mungkin yang kurang kita ketahui, tapi entah kenapa agak sulit bagi saya menyukai para aktor serta karakter yang mareka bawakan.

Padahal saat menonton GOT, saya sudah jatuh cinta pada aktor dan karakter mareka di season 1 yang mana, juga menampilkan wajah- wajah baru.

Sayang sekali The Witcher terasa kurang greget, baik itu akting kaku dari beberapa aktornya atau cara menyampaikan ceritanya.

Setelah menghabiskan semua episode (dalam 1 hari) dari season 1, saya tidak tertarik lagi atau excited menunggu kelanjutan di season ke-2. 

Banyak juga review The Witcher diluar sana yang merasa serial ini tidaklah sebagus dari trailer dan rave yang dibuat jauh sebelum official release. 

Beberapa situs film memberikan rating mareka sendiri, contohnya Rotten Tomatoes memberikan rating sebesar 58% saja. Bila kamu memang tidak pernah terpengaruh oleh rating, saya cukup menyarakankan The Witcher yang layak sebagai tontonan untuk liburan akhir tahun. 


December 22, 2019 / by / 19 Comments

19 comments:

  1. Minggu ini tiap kali buka netflix selalu nonggol ini as new release. Tapi oh tapi... I’m in the 1% that’s never watched an episode of Games of Thrones.

    GoT aja aku belum niat nonton, apalagi yg ini ya Kak Nanda. Well, mungkin nanti bisa dicoba, siapa tahu lagi lagi aku golongan anti mainstream. Justru doyan the witcher haha. Lets see 😆

    ReplyDelete
  2. Berharap aku punya lebih banyak waktu utk nonton film ini di Netflix.. hahaha di save dulu reviewnya mbak

    ReplyDelete
  3. Itu yang naik kuda mirip sama Legolas di Lord of The Ring

    ReplyDelete
  4. Ndehh gak kuat aku cerita2 beginian. Magic, Witch, et cetera et cetera wkwkwkwkwk

    ReplyDelete
  5. Selalu suka deh sama yang magic begini. Thanks review nya kak !

    ReplyDelete
  6. Dari baca reviewnya, entah kenapa aku jadi nggak tertarik juga sama film ini, kak huhu. Makasih ya kak reviewnya, mau nonton film lain aja hehe

    ReplyDelete
  7. Bisa jadi the witcher ini kena tekanan karna banyak disamakan dengan serial got yang edun, jadi akhirnya malah jadi flat ceritanya.

    ReplyDelete
  8. Wah, suamiku penggemar berat GoT, jadi dia udah antusias banget mo nonton The Witcher ini. Tapi dia belum tau kalau ratingnya kurang memuaskan. Perlu aku kasih tau ga, ya? Biar ekspektasi dia ga berlebihan gitu.

    ReplyDelete
  9. Thanks for infonya mbak, sepertinya banyak film bagus ya di netflix ini. Sayangnya aku kurang begitu suka film-film barat. hehehe..

    ReplyDelete
  10. Bagus sepertinya film yang disarankan mbak, tapi aku termasuk orang yang nggak suka nonton film sih, palingan nonton youtube aja. Hehe.

    ReplyDelete
  11. Setuju mbak, aku udah coba nonton episode 1, tapi tidak dilanjutkan karena kurang greget huhu, padahal karena Netflix yang produksi ku tonton.

    ReplyDelete
  12. Ih, aku aja belum kepikiran pengin nonton GoT, tahu-tahu udah ada lagi series baru gitu? Kayaknya kok keren ya. Apakah bisa sefenomenal GoT nantinya? Hehe
    Makasih reviewnya, Kak Nanda. Siapa tahu bisa jadi referensi nih suatu hari :)

    ReplyDelete
  13. Got di season2 awal cukup ku ikuti sih, tapi beberapa yg akhir tidak terlalu, ternyata aku bukan tipe yg bakal menikmati series yg terlalu banyak seasonnya, 🤣 dan untung aku ga terlalu pengaruh sama rating sebelum ditonton. Hmmm semoga aku bisa menikmati film ini, siapa tahu?

    ReplyDelete
  14. Ku aja baru tau ini ada versi games dan versi pilem nya. Kalau cek netflix paling yang dicari dua garis biru wkwk...

    Happy new year kak 😊

    ReplyDelete
  15. Dari kemarin pengen banget langganan netflix belum kesampean kayaknya rekomendasi nya seru banget yaa.. Jadi makin ingin langganan

    ReplyDelete
  16. Iya bener jadi pengen langganan netflix hihi. Emang sih kak ada beberapa film begini kalo kita udah baca novelnya duluan bakal cepat paham gimana ini itu nya. ��

    ReplyDelete
  17. Salah satu jenis film yang ku suka itu adalah film yang ada magic magic sihir kayak gini. Apa lagi kalau dalam ceritanya ada time traveling. Uuhh... seru!

    ReplyDelete
  18. hooo.. aku belum tau ni kak soal pilem ini besoklahh cobak di cek cek ceritanya kek mana

    ReplyDelete
  19. hmmmmm boleeeh juga ini, udah lama ga nonton serial2 seperti ini

    ReplyDelete

Post Top Ad