Monday, May 21, 2018

Review Marina Facial Foam & Loose Powder

Marina Bright and Fresh Facial Foam & Marina UV Protection Loose Powder

Berawal dari iseng mencari facial foam dan bedak tabur murah meriah, tanpa melihat review, saya akhirnya memutuskan untuk membeli Marina di karenakan harganya yang super mencengangkan; Rp 10.000 untuk facial foam dan hanya Rp 6.000 untuk bedak taburnya. Kaget ya?. Iya, sama.

Marina memang sudah di kenal dengan brand yang affordable, khususnya menargetkan pasar gadis remaja namun  mbak- mbak seperti kita (mas- mas juga boleh) juga bisa pakai lho, karena memang skincare atau make-up terkadang cocok- cocokan (yang memang sampai bisa memakan waktu, bongkar pasang, coba sana- sini).


1. Marina Bright and Fresh Facial Foam.

Dengan harga Rp 10.000 saya sudah skeptic dari awalnya, perubahan hormone dan kulit wajah yang awalnya super oily menjadi berminyak dan dehidrasi (masih mencari FF yang bisa mengatasi tuntas atau tidak memperparahlah), hingga saya tidak berharap banyak pada FF Marina ini. 

Menurut beberapa review yang saya baca, FF yang menargetkan untuk memutih/mencerahkan kulit sebaiknya di diamkan beberapa saat ketika mencuci muka, tetapi jangankan untuk mendiamkan foam-nya selama 30 detik, begitu muka di cuci kulit muka saya berasa amat sangat kering. Kesat, kayak iklan pencuci piring itu, lho. Benar- benar tidak meninggalkan sedikit minyak alami wajah. Untungnya nih (masih berpikir positif), tidak membuat dry patches ataupun gatal memerah. Jadi setelah 3 kali pemakaian (untuk lebih memastikan) akhirnya saya memutuskan untuk tidak menjadikan FF ini sebagai pembersih harian (pagi dan malam teratur) dan hanya memakainya jika kulit lagi sangat kotor dan hormone lagi baik. 

Conclusion (a la saya, sih), kalau kamu berkulit kering sebaiknya hindari FF ini, sepertinya lebih cocok bagi kulit pure berminyak (minyak yang menetes- netes dari muka gitu..).

Buat yang mencari FF bebas sabun, sebaiknya FF Marina ini di skip saja (very soapy).


2. Marina UV Protection Loose Powder.

Di katakan disini dengan perlindungan UVA dan UVB (plus vitamin E), namun tidak di ketahui SPF –nya berapa. Harganya hanya RP 6.000 saja dan ini adalah kemasan baru, kemasan lama berwarna pink dan harganya sekitar tahun lalu lebih dahsyat; Rp 4.000, jadi tidak heran kalau target pemasarannya kepada remaja- remaja yang lagi puber dan masih mengandalkan duit jajan dari uang tua tapi mau tetap syantik (duh, jadi ingat ponakan- ponakan syentil). 

Shade yang saya ambil adalah 04-Natural, saat itu cuma ada 2 pilihan, 01 atau 04. Selain waktu belinya malam hari berpedomankan lampu supermarket, 01 terlihat terlalu putih dan 04 terlihat lebih masuk akal. 

Tekstur bedak ini tidak menyerbuk (sebagian memang suka tekstur begini), hanya saja susah sekali di ratakan. Tidak ada sponge bawaan (sudah dipastikan pasti mutunya ala kadar, daripada buang uang juga mending tidak di beri sekalian), saya menggunakan sponge bagus tapi tetap susah sekali untuk meratakan bedak ini yang anehnya bisa di bilang rada ‘menggumpal’. Mungkin bisa lebih baik kalau memakai brush. 

Marina sejauh ini (saya pernah coba compact powder-nya yang tidak kalah murah juga) memiliki shade untuk kulit Indonesia; kuning langsat ataupun tone yang olive. Rasa penasaran membuat saya tetap membelinya meskipun saya tahu tone kulit saya tidak cocok (pantang lihat yang affordable dikit, begitu sadar sudah sampai dirumah itu barang, impulsive sekali). Dan ternyata benar, sambil nyanyi- nyanyi saya mencoba meratakan bedak ini di muka, begitu ngeh (cahaya dari pintu lebih cerah karena matahari terik kembali), ya ampun, ini muka jadi oren semua!. Bedak menumpuk tidak karuan, kulit muka saya sudah seperti fake tanning, oren dengan olive tone dan kusam sumuk. Argh!

Syukurlah saya belum keluar rumah dan menebar pesona ke khayalak ramai, buru- buru saya menghapus seluruh muka dan shock melihat kapasnya berubah jadi super oren dan gelap (cepat amat oksidasinya). 

Mungkin saya bisa simpulkan kalau shade 04-Natural ini lebih cocok dengan kamu yang mempunyai tone wajah sangat olive (gelap namun masih ada kuningnya) yang memang kalau di lihat dari bedaknya lucu juga tidak begitu ketara. Bagi yang ingin mencoba, bedak ini mengalami oksidasi (di kulit saya), bisa mempertimbangkan membeli 1 shade lebih muda dari shade biasanya

Kemudian membahas kemasannya, sangat ringkih, jelas tidak ada sponge tetapi masih ada kotak ketimbang cuma kemasan bulat bedaknya begitu saja, kan. Bedak di lapisi plastic bening (bisa di lubangi kecil-kecil agar tidak bleber), netto-nya ada 25 gram, cukup banyak menilik  bedak ini di tidak menyerbuk (kayak di press ke wadahnya). Tidak dapat meng-cover bekas jerawat atau noda di wajah ya, not bad kalau cuma bedak untuk sekolah sehari-hari.



Ps.
Hasil bisa berbeda di setiap kulit dan kondisi. Review murni tanpa endorsement. 


May 21, 2018 / by / 3 Comments

3 comments:

  1. Aku pernah beli ini waktu makeupin adk sepupu yg smp.dan aku suka teksturnya mudah diset di muka. Oh ya bytheway partikelnya gak bikin aku bersin.
    Ntar aku mau stok lagi ini. Buat lucu2an di meja rias. Soalnya packagingnya aku lumayan suka.

    www.missrorowulan.blogspot.co.id

    ReplyDelete
  2. Belom pernah nyoba sih kak. Tapi kulit mukaku ga berminyak Dan sudah dipastiin ga bakal pake FF nya, makin kerontang ntar yg ada huhu

    ReplyDelete

Post Top Ad