Kasus Sunny Dahye dan Hobi Overproud Orang Indonesia

by - Agustus 24, 2021

Number foto dari akun Instagram Sunny Dahye



Jarang- jarang nih, saya mau berbagi pendapat saya terhadap sesuatu yang lagi viral di jagad internet (takut dihujat netizen) tapi sebagai orang yang cukup aware dengan Sunny Dahye dan melihat beberapa konten- kontennya, saya jadi ikut tahu dengan kondisi berita terbarunya. Tidak Sunny Dahye saja, saya juga ngeh sama suaminya Chris Okano yang dulu adalah CEO-nya saluran YouTube Tokyo Creative. 


Long story short, saya merasa ada yang aneh dengan konten- konten Tokyo Creative dan beberapa YouTuber yang bergabung di dalamnya, kok ya ada yang berbeda, tapi apa? Begitu juga rasanya konten- konten Sunny yang kok, semakin cringe ya, somehow ‘agak’ putus asa (duh, maaf, ini hanya pendapat pribadi saya). Paling bikin kaget itu, konten Sunny Dahye lagi mandi! Kurang tahu konten itu masih ada apa tidak, tapi itu konten sukses bikin saya unsubscribe. 


Sekali lagi ini adalah pendapat pribadi saya, karena bukan saya menjadi picik atau apa, bagi saya pribadi itu cukup awkward kalau melihat orang lagi mandi di YouTube. Di film saja rasanya kalau bisa saya hindari, deh. wkwwk.




Kasus Sunny Dahye yang Dimulai Dari Akun Instagram Sunnyisaliar2



Saya tidak sengaja menemukan berita ini Ketika saya membuka YouTube dan menemukan thumbnail berita dari YouTuber yang memang fokus pada berita seputar Korea, yakni Yusril Kim. Asli kaget begitu lihat thumbnail-nya, saya pun langsung menuju TKP. Dari Yusril, saya menuju TKP berikutnya yakni akun Instagram sunnyisaliar2 yang kini sudan dihapus.


Jadi jika dikutip dari akun tersebut, Sunny ini :


  1. Menjelek- jelekkan netizen Indonesia dan menganggap audiensnya hanyalah ladang mencari view dan uang belaka.
  2. Netizen Indonesia tidak mampu atau tidak mau mengeluarkan biaya untuk mendukung Sunny (kurang tahu mendukung secara financial di bagian mana)
  3. Mantan editor Sunny mempunyai pengalaman buruk bekerjasama dengen YouTuber ini.
  4. Akun centang biru juga memberikan beberapa ‘masukan’ betapa bobroknya sang YouTuber yang pernah tinggal dan membesar di Indonesia ini.
  5.  Sunny pernah menyebarkan “fitnah” kepada sesama YouTuber yang mempunyai niche yang sama yaitu berbagi budaya Indonesia tapi dari Korea juga, yakni Han Yoora (duh, serem deh, “fitnahnya”) plus juga konten puasa yang kontroversial itu...



Ini adalah bagian permasalahan dari bagaimana sikap si Sunny terhadap netizen dan penontonnya saja, ya. Termasuk juga bagaimana dia memandang netizen, Sunny dan suaminya Chris.








Permasalahan Sunny Dahye dengan Artis/Desainer Grafis Natasha-Elle

Foto dari akun Instagram Natasha




Selanjutnya dari sini, adalah permasalahan dengan desainer grafis yang membuat header dan beberapa design lainnya untuk konten Sunny pada bulan Juli (kalau tidak salah, tahunnya lupa, mungkin tahun lalu). Akun sunnyisaliar2 juga menggunggah capture dari Natasha-Elle yang juga dikenal sebagai akun @sadshrimps di Instagram. 


Jadi, dari apa yang saya kutip dari akun sang designer, ia mengatakan bahkan tidak saja desain yang ia buat dibayar dengan “harga teman”, tetapi pihak Sunny dan Chris tidak mencantumkan siapa designer yang telah membuat konten- konten kece untuk Sunny. Bahkan, saya tidak melihat adanya watermark di desain yang Sunny gunakan. Tidak juga penjelasan lainnya di box atau apa saja, malah dulunya saya pikir semua desain dan animasi itu Sunny yang membuatnya sendiri.


Sedikit melenceng, saya dulu pernah “iseng” menjual karya- karya Doodle saya, dulu banget dan itu dasarnya for fun. Begonya lagi, saya memberikannya secara gratis dan berpikir bahwa desain saya itu tidak cukup menarik untuk bisa dibayar. Duh, padahal saya tidak boleh berpikir begitu, karena apa pun saya buat adalah karya saya yang melalui proses kreatif yang tidak sedikit, makanya saya jadi memahami bagaiamana perasaan Natasha.


Harga teman itu adalah hal yang paling memuakkan, kalau kamu benar teman, kamu akan membayar dan menghargai harga teman kamu itu. Wajar kalau kamu minta diskon kalau itu diluar budget kamu, wajar juga kalau teman kamu menolaknya karena harga yang kamu minta tidak sesuai dengan mereka. Lagipula, setahu saya, Chris itu bukannya CEO? CEO untuk Tokyo Creative yang bekerja sama dengan content creator dalam bidang kreatif, seharusnya dia lebih paham dan menghargai bagaimana seorang desainer bekerja.


Tapi ya, Natasha saat itu bekerja diperusahaan Chris yang membuatnya bisa saja segan kan, dimana mereka juga “berteman” (ini saya lihat dari akun IG Natasha ya, dia menuliskan tanda kutip untuk pertemanan mereka.) Chris juga digambarkan sebagai seseorang yang, hmm, ya, begitulah (silahkan ke akun IG @sadshrimps langsung untuk mencari tahu), sehingga Natasha merasa “terkibuli”, baik itu “harga teman” dan janji Sunny untuk acknowledge siapa sebenarnya designer yang membuat desain- desain tersebut.



Natasha juga memberikan bukti percakapannya dengan Sunny, yang kalau kita lihat dari percakapan tersebut, tidak ada solusi dari pihak Sunny. Mungkin juga janjinya pada Natasha dulu, sudah hilang, poofff, lupa begitu. 



Bagi yang heran kenapa Natasha marah, mungkin tidak tahu bagaimana desainer bekerja dan hak cipta kreatif. Secara sederhana, desain yang dipakai Sunny itu, dimaksudkan hanya untuk bulan Juli saja, tetapi sejauh yang lihat beberapa waktu lalu, desain itu masih dipakai sebagai header utama saluran YouTube Sunny Dahye. Nah, lho, bayarnya “harga teman” tapi dipakai seumur hidup padahal katanya hanya untuk jangka waktu tertentu saja. Disini bisa di lihat pihak mana yang tidak sesuai dengan perkataannya.



Rupanya tidak hanya itu saja, desain yang Natsaha buat juga dipakai untuk keperluan lain seperti akun gambar/doodle (saya juga kurang tahu ini untuk apa) milik Sunny yang lain dan tentu saja dalam animasi konten- kontennya selama bulan Juli tahun itu. Teman, untuk melakukan itu semua tidaklah gampang, hargailah sang kreator dengan harga yang pantas, toh, kau pun mendapat uang yang tidak sedikit dari itu, Sunny. Uhuhu





Sunny dan Overproud Netizen Indonesia


Unsplash.com





Dari kasus Sunny, maka istilah overproud marak kembali. Iya memang, netizen kita adalah ladang besar bagi banyak YouTuber. Tidak heran sih, kalau banyak YouTuber luar membuat konten- konten yang ada bau- bau Indonesia. Reaksi bule makan makanan Indonesia, lah, pokoknya selama itu melibatkan budaya Indonesia, netizen akan sagera klik dan nonton, salah satunya ya, saya. Wkwkwwk



Karena Sunny ini sedari dari TK hingga kuliahnya di Indonesia, dia telah mengenal budaya dan sangat fasih berbahasa Indonesia layaknya orang Indonesia tulen. Ya iyalah, kalau dari kecil sampai sebesar itu masih asing di tempat ia dibesarkan, mungkin Sunny tidak akan membuat konten- konten yang berhubungan dengan Indonesia yang membuatnya seterkenal (sekaya sekarang?).


Lagipula, dunia telah dilanda demam Hallyu yang semakin kuat tiap tahun. Kita pasti kepingin tahu apa saja mengenai Korea dan jika ada orang Korea yang menunjukkan kertetarikannya terhadap budaya kita, pasti akan disambut dengan baik.


Karena saking bagusnya dan betapa pahamnya Sunny terhadap budaya Indonesia, sampai ada yang ragu kalau dia adalah orang Korea tulen (saya itu, dulu). Cara dia bertutur bahasa itu sangat flawless tanpa aksen sama sekali. Sampai semua jargon bahasa pun, Sunnya juga tahu dan sering menggunakannya. Benar- benar Indonesia sejati, gitu.



Ya, makanya netizen jadi bangga, mengelu- elukan sang YouTuber sampai- sampai overproud, belebihan gitu, bangganya. Padahal, apapun yang berlebih- lebihan itu tidak baik kawan- kawan, air yang berlebih saja bisa jadi banjir, apalagi bangga pada manusia, sekali dikecewakan, kecewa bangets (ahem!).


Walau netizen memujinya setinggi langit, Sunny tetap akan memegang passport Korea, tidak passport Indonesia, Sunny juga manusia, jangan menutup mata, telinga dan mulut dari kesalahannya, wajar lho, dia salah. Cuma bagaimana dia menyikapinya, itu yang bereda. Ya, boleh unfollow, unsubscribe dari YouTube-nya, tapi jangan pernah meninggalkan ancaman untuk menyuruh Sunny bundir atau mengancam keselamatannya, kalian itu siapa, hey, wahai netizen? Manusia juga, toh? 



Dari kasus yang mencuat pertengahan bulan Augustus ini, pihak Sunny dan Chris juga telah membuat ‘klarifikasi’ yang somehow, bagi banyak orang dan saya juga, tidak memberikan penjelasan (ah, netizen selalu ingin solusi terbaik sebenarnya, yak). Mereka memang menyinggung Natasha tetapi itu rasanya lebih kepada bagaimana mereka “menghargai setiap seniman”, jelas tidak ada solusi untuk Natasha (yang saya rasa sebaiknya Sunny take down semua desain yang menggunakan karya Natasha atau memberinya upah yang lebih layak lagi).



Sedangkan dimana tuntutan benar atau tidaknya Sunny menjelek- jelekan Indonesia dan netizennya yang setia ini, Sunny tidak memberikan pernyataan terkait itu. Sunny hanya mengatakan bahwa ia cinta Indonesi. Kalau dari pihak Han Yoora yang terseret kasus ini (diambil dari “info” akun sunnyisaliar2), pihak Han Yoora mengatakan kalau mereka telah “berdamai” yang tentunya memang ada perseteruan sebelumnya entah itu penyebaran “fitnah” atau yang lainnya (saya pun tidak mau tahu).


Akun IG yang “memulai” kehebohan kasus ini sekarang sudah ditutup, hilang begitu saja membuat netizen bingung. Mungkin karena empunya akun merasa “saksinya” kurang valid dan takut diperkarakan, makanya dia menghilang. Tapi sukes lho, bikin netizen melek bagaimana konten kreator di YouTube itu bekerja, dengan menarik audiens dari Indonesia yang “mencintai YouTuber favorite mereka dengan buta dan akan melakukan apa saja untuk membela mereka”.


 

Mbok ya, jangan mencintai manusia seperti itu, mereka walaupun cakep, flashy, kaya, jago bahasa Indonesia, makan sambal dan ramah, tidak lepas dari kesalahan juga. Jangan overproud, sungguh jangan membutakan diri untuk hal- hal yang bersifat fana (aha!). Mendukung boleh, tapi juga menyertakan pikiran logis kita, makanya cintai dan sukai sewajarnya. Mending kita lebih fokus pada pengembangan diri sendiri, keluarga dan cita- cita ketimbang mengikuti perkembangan YouTuber, artis, selebriti sampai lupa daratan.




Jadi ya, jangan marah juga kalau dibilang overproud atau malah membandingkan mendingan mendukung konten kreator Indonesia saja, ih, kamu mah, bebas mau mendukung siapa saja dalam hidupmu asal jangan meng-hamba kepada mereka. Kamu itu hamba Tuhan, bukan hambanya manusia. Jangan bilang; ah mau mati, kakak YouTuber/artis ini kece/cantik/sempurna sekali, idolaku, hebat sekali, bunuh aku kak, aku tidak worth it.



unsplash.com





Coba pikirkan bagaimana orang tuamu dan Tuhan selaku penciptamu melihat ini? 



Saya sering shock dengar komentar- komentar seperti ini, ya ampun, sebegitu hebatkah manusia sampai kamu mau meninggal demi mereka?


Atau buat yang menyuruh orang untuk bundir dan mengancam nyawa mereka, siapa kamu? Ih, ayo sini, berkaca pada dirimu dan evaluasi semua tingkah lakumu, bertobat ayo!



Sekali lagi ini adalah pendapat saya pribadi, bagi saya manusia ya manusia, ada celahnya, ada bobroknya, tidak sempurna cantik dengan kepribadian bagai nabi. Kalau kita semua sempurna, kita bukan manusia dong? Wkwkw jadi ya, jangan overproud terhadap siapa saja, jangan bangga pada “visual” manusia lain yang “sempurna” dan menjadikannya idola, saya sampai sekarang tidak paham kenapa orang nge-fan pada tampilan luar seseorang (keadilan bagi rakyat good looking) dan menganggap mereka lebih dari kita para kentang.


Eeiii, kamu berharga, kentang mahal lho, kalau jadi French Fries, coba deh, beli di restoran cepat saji, mahal tidak? Bagi saya mahal, sih, saya lebih memilih paket yang sudah ada kentangnya sekaligus.



Semangat para netizen Indonesia, lebih bijak, lebih humble dan ingat, good looking itu bukan berarti jaminan sesuci malaikat, manusia tetaplah, manusia. Tetap poop dan kentutnya juga bau, okay? wkwkwkw jangan maraahhh...



ps : dari tadi nyari kata, Natasha itu animatornya wkwkwk & karyanya Juli 2019 ternyata.

You May Also Like

0 comments